Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Artikel

Kembali, Dinsosnaker Denpasar "Juk" Belasan Gepeng

Oleh : tenagakerja | 20 Juni 2013 | Dibaca : 1658 Pengunjung

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Denpasar kembali ngejuk belasan gelandangan pengemis (gepeng) asal Desa Pedahan dan Muntigunung, Kubu, Karangasem yang berkeliaran di Pasar Badung, Penatih, Tonja, Sesetan dan Jl. Hayam Wuruk, Rabu (19/6) kemarin. Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar, made Erwin Suryadarma Sena, mengaku, penangkapan gepeng yang dilakukan anak buahnya menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Gepeng yang digelandang ini semuanya muka baru akan beroperasi di Taman Budaya Denpasar. Karena gepeng ini baru pertama kali ke Denpasar diajak temannya yang sudah malang melintang beroperasi di Kota Denpasar. "Ada gepeng bernama Ketut Undis (40 tahun) bersama bayinya baru berumur 6 bulan untuk memancing warga agar merasa iba dengan kondisi bayi yang digendong,'' kata Erwin Suryadarma. Erwin Suryadarma mengemukakan, gepeng yang ditangkap terlebih dahulu didata sekaligus dibina dan selanjutnya dititipkan di rumah singgah milik Pemprov Bali di Tohpati. Kepeng yang ditangkap itu baru pertama kali ke Denpasar diajak temannya dengan harapan mendapat uang dengan mudah tanpa keluar keringat. "Kami terus akan melakukan razia gepeng agar Denpasar aman dan nyaman karena Bali akan menjadi tuan rumah Konferensi APEC,'' ujar Erwin Suryadarma. Erwin Suryadarma mengaku, pihaknya melakukan sidak terhadap gepeng dilakukan pagi dan siang hari. Pasalnya, jadwal razia petugas yang ditugaskan di masing-masing kecamatan sudah diketahui pagi hari. namun, jadwal razia gepeng dialihkan menjadi sore hingga malam, karena jadwal pagi petugas Dinsosnaker sudah diketahui. "Kami terpaksa mengalihkan jadwal razia gepeng dari pagi menajdi sore dan malam untuk dapat mengelabui gepeng yang sedang beroperasi di Denpasar,'' ucap mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar ini. Dia meminta kepada masyarakat ikut bersama-sama memerangi gepeng yang masuk ke wilayah Kota Denpasar demi dapat mewujudkan Denpasar sebagai kota budaya. Jika gepeng dibiarkan berkeliaran di Kota Denpasar dapat merusak citra. Apalagi Denpasar sebagai kota budaya tentunya harus dijaga kenyamana dan keamanan bagi pelancaong agar tidak menjadi sorotan wisatawan mancanegara maupun nusantara. "Kami minta seluruh lapisan masyarakat ikut bersama-sama memerangi gepeng agar budaya menggepeng yang dilakukan warga kita dapat dihilangkan,'' paparnya. Salah seorang gepeng asal Desa Muntigunung, Srinu (20) sambil menggendong bayinya berumur 9 bulan mengaku, dirinya baru pertama kali ke Denpasar diajak temannnya dan di Denpasar gampang mencari uang. Apalagi, saat ini sedang berlangsung PKB (Pesta Kesenian Bali) di Art Centre otomatis pengunjungnya ramai. "Saya baru pertama kali ke Denpasar ikut teman dan tidak tahu situasi,'' tuturnya.


Oleh : tenagakerja | 20 Juni 2013 | Dibaca : 1658 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter